• Home
Header

Be nice to others because …

Time will make a difference!

dogs

One day, you may not be the ‘BIG DOG’!

Melewati banjir dengan motor

Banjir di Jakarta sepertinya bukan lagi menjadi siklus 5 tahunan. Melihat perkembangan yang terjadi beberapa hari terakhir,  boleh jadi banjir yang terjadi tahun lalu bisa kembali lagi terjadi tahun ini. Saya jadi teringat banjir tahun lalu, ketika saya harus melewati banjir dengan naik motor.  Ceritanya begini.

Ketika hujan lebat, saya masih ada di kantor. Karena situasi yang semakin memburuk, akhirnya diputuskan untuk memulangkan semua karyawan. Di internet saya membaca bahwa kelapa gading sudah banjir. Dan akhirnya saya mencari strategi jalan pulang. Sesampainya di pulomas, jalanan sudah tertutup banjir, sehingga motor pun tidak bisa lewat. Jalan yang lewat apartemen Kharisma pun sudah tinggi sekali, mungkin sepinggang orang dewasa. Lalu saya lanjut untuk lewat RS Mediros, ternyata jalan pun sudah tertutup, bahkan saya tidak bisa memutar balik, karena jalanan tidak bisa dilalui.

Ide pun muncul, sepertinya saya bisa memutar balik dengan melewati jembatan busway. Lalu, saya menancap motor untuk melewati jembatan tersebut, dan hasilnya pun BERHASIL! OK, tugas belum selesai karena saya harus melewati tantangan lagi untuk bisa sampai di rumah. Ketika memperhatikan jalan, saya melihat kalau mobil lewat, maka air akan terbelah sehingga ada jalan yang bisa diikuti jika kita dibelakangnya.

Yes, ide pun muncul lagi, saya harus berada di belakang mobil agar saya bisa lewat. Akhirnya momentum itu muncul, ada mobil fortuner yang akan melewati jalan masuk lewat apartemen Kharisma. Saya pun mengikuti mobil tersebut dari belakang, dan hasilya pun BERHASIL! Air yang yang setinggi pinggang tadi, terbelah dan bisa saya lewati. Saya pun semakin PD bahwa akan berhasil sampai di rumah.

Tapi rencana pun menjadi buyar, ketika sampai di perempatan, mobil tersebut belok dan bukan melewati jalan menuju rumah saya. Dalam hati .. “loh.loh.loh, koq belok ? wah gawat nih .. gawat”. Setelah mobil tersebut belok, saya pun tidak bisa mengikutinya lagi, dan hasilnya “Byyuurrr”… Air yang terbelah tadi jadi gabung lagi dan merendam motor saya. “Brem..brem..brem”, karena air masuk knalpot ya motor pun jadi mogok. Akhirnya, saya harus menenteng motor tersebut sampai dirumah, melewati banjir. Parahnya, ketika itu tidak ada satu kendaraan pun yang lewat, cuma saya sendiri yang menenteng motor tersebut dalam banjir. Duh, diliatin orang banyak lagi, yang pada di pinggir jalan. Mungkin dalam hati mereka bilang,”duh ni orang nekat amat sih, udah tau banjir masih nekat lewat ya mogok lah”

Yah, rencana gagal deh, tadinya mau “Cerdas” malah “Bodoh” juga…hehehe…karena salah perhitungan nih. Tapi seru juga pengalamannya.

Indahnya Jakarta di 2 Januari

Hari Jumat tanggal 2 Januari kemarin saya pergi ke kantor. Mengingat hari itu adalah tanggal 2 Januari (baru saja tahun baru), sudah pasti jalanan sangat sepi. Mungkin karena kebetulan tanggal ini adalah hari “kejepit”, maka banyak orang yang mengambil cuti atau bisa juga ada cuti bersama, jadi liburannya makin panjang. Kalau dilihat dari berita, jalan2 menuju tempat wisata sudah dipadati oleh banyak orang. Walhasil, Jakarta pun menjadi sepi.

Mmmm … saya sangat menikmati perjalanan menuju kantor. Biasanya saya harus menempuh waktu sekitar 1-1.5 jam untuk sampai kesana, tapi hari itu cuma 30 menit ! Andai Jakarta bisa seperti ini terus ya … udara pun terlihat sejuk, tidak terlihat polusi knalpot kendaraan yang padat. Dan juga pemandangan Jakarta jadi semakin terasa, dengan gedung2 bertingkat dan tata kota yang lumayan OK. Meskipun banyak catatan juga. Well, sepertinya sih suasana ini sulit terjadi … hehehe … kebayang deh kalau hari biasa di Jakarta.

Cuma kagetnya, pas sampai di kantor…mmm…koq kantor sepi ya. Pas sampai di depan pintu masuk ruangan, loh koq lampunya mati, trus coba2 masuk pake access card nggak bisa juga. Di-reject terus…Lalu, datanglah satpam yang menjaga…”Pak, hari ini SKAI bukannya libur ya?” “Oh gitu ya…saya nggak tahu Pak, soalnya saya sudah cuti 2 minggu yang lalu, sebelum cuti kata teman saya libur bersama itu tanggal 31 des, trus kalo tanggal 2 jan masuk”, ujarku. “Wah, sepertinya kebalik Pak, seharusnya tanggal 2 yang libur bukan tanggal 31″.

Ooaallaahhh…maklum deh anak baru:), mungkin itu kasus tahun lalu kali yah, kalau tahun sekarang yang libur tanggal 2nya….ya sudah … mulih lagi…kembali menikmati indahnya perjalanan di Jakarta pada 2 Januari :)

CSA: Auditor adalah orang yang dipercaya

Catatan Seorang Auditor (CSA) kali ini akan membahas tentang sifat yang perlu dimiliki oleh auditor karena tuntutan pekerjaannya, yaitu menjadi orang yang dipercaya.

Dengan proses audit, seorang auditor akan dipercaya untuk melihat “dapur” dari organisasi yang akan diaudit.  Sesuatu yang sangat sulit sekali untuk diakses jika bukan karena ada proses audit.  Yang namanya “dapur”, tentunya banyak sekali yang sifatnya rahasia dan sensitif yang akan diketahui oleh auditor.  Disinilah pentingnya menjaga kepercayaan.

Ada kode etik yang meliputi auditor. Seluruh organisasi yang mengatur audit (seperti PCAOB, IAI) atau organisasi yang mengeluarkan sertifikasi audit (seperti CIA, CISA) mengeluarkan kode etik yang harus dimiliki oleh auditor.

Auditor sudah selayaknya menjaga informasi yang dimilikinya. Bahkan kita harus sadar jika dalam suatu waktu kita secara tidak sengaja, mengeluarkan informasi rahasia yang ada di organisasi yang sedang kita audit. Misalnya saja dalam kondisi santai makan bersama teman2, kita bilang, “eh, masa di organisasi X, ini saja nggak punya sih, duh gawat banget tuh organisasi”.  Bagaimana jika di dalam ruangan tersebut, ada kompetitor atau pihak yang tidak berwenang memanfaatkan informasi yang secara tidak sengaja dikeluarkan oleh auditor.

Oleh karenanya, jaga baik2 informasi auditee yang ada di tangan kita. Ingat, bahwa auditor is a trusted person. Jangan sembarangan mengeluarkan informasi yang tidak pada tempatnya.

Gimana kalo auditornya itu tukang gosip ya ? mmm … kebayang deh 😕

Danamon Peduli menangkan Metro TV Millenium Development Goals Award

Yayasan Danamon Peduli baru-baru ini dianugerahi Metro TV Millenium Development Goals Awards untuk Kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Kelaparan atas prakarsanya melalui program Danamon Go Green. Ajang penghargaan prestisius ini merupakan hasil kerjasama antara Kampanye Millenium Perserikatan Bangsa-bangsa (United Nations Millenium Campaign Indonesia) dan Metro TV.

Adapun penilaian dilakukan berdasarkan 4 aspek program sbb:
a. Hasil dan Dampak Program bagi Pencapaian MDGs
b. Keberlanjutan, Potensi Replikasi dan Pembelajaran yang Diperoleh
c. Kemitraan dan Pemberdayaan, termasuk Partisipasi Masyarakat
d. Proses dan Pengelolaan Program

Prestasi ini merupakan bukti nyata bahwa program Danamon Go Green dinilai sebagai program yang bersifat tepat-guna, berdampak luas, serta berkesinambungan dalam menanggulangi masalah kemiskinan dan kelaparan di Indonesia.