• Posts tagged "Inspirasi"
Header

Blog Archives

Be nice to others because …

Time will make a difference!

dogs

One day, you may not be the ‘BIG DOG’!

Cara menaklukan preman di lingkungan kita

Ada kisah menarik dari teman saya tentang bagaimana ia bersosilisasi dengan lingkungan baru sekaligus menaklukan preman di lingkungannya. Awalnya kami ingin diskusi mengenai bisnis yang digelutinya yaitu cuci motor, eh ternyata ada kisah menarik dibalik berdirinya bisnis tersebut. Anggaplah namanya si Fulan. Berikut kisahnya.

Fulan ini adalah orang medan. Kalau dari tampang sih bukan tampang yang serem atau preman. Ya biasa aja. Dari sisi bicara juga tidak kasar, tapi tentunya punya logat medan yang khas. Ketika ia pindah ke rumah baru di daerah bekasi, ada beberapa preman dilingkungan barunya itu langsung menghampiri dan tanpa permisi sana sini langsung membantu menurunkan barang2 pindahan yang ada di truk. Fulan ini agak kaget juga, koq orang2 ini langsung aja nggak minta izin dulu. Padahal yang membantu untuk menurunkan barang2nya (dari kerabat) juga sudah banyak. Lalu ia sudah tahu arah dari tindakan mereka, pasti preman2 ini mau minta uang. Jadi dibiarkannya sampai selesai, trus diberikannya lah uang Rp 50 ribu. Preman ini menjawab, “wah bang, mana cukup uang ini, kita aja ada 6 orang”. Lalu, si fulan bilang, “ya sudah ini gw tambahin 10 ribu”. “masih kurang bang”, jawab preman. Fulan agak sedikit kesal berkata,”Jadi mau kalian apa ?”. Preman ini bilang lagi,”Uang ini mah kurang buat kita minum2″. “Oww, jadi kalian mau minum2. Kalian nongkrong dimana ? Nanti malam gw beliin minum2.” sahut Fulan. “OK ya, gw nongkrong di pos itu, gw tunggu ntar malam, awas kalo loe nggak datang, abis rumah loe”, tantang Preman.

Lalu, sore harinya ia beli 4 botol bir hitam. 1 botol sengaja dibukanya, trus diisi dengan extra joss, lalu ditutup kembali. Malamnya, ia langsung datang ke tempat pos preman itu dengan membawa bir yang telah dibelinya. “Ini birnya, ayo kita minum”, bilang si Fulan. Lalu, ia membuka bir tersebut, dan menuangkan ke masing2 gelas yang ada di tangan preman. Dengan antusias, preman2 ini meminumnya. Lalu, ia membuka 1 botol yang telah diisi extra joss itu dan langsung meminumnya dengan memegang botol tersebut tanpa berhenti, glek glek glek. Melihat apa yang dilakukan fulan, preman itu pun kaget dan bilang, “bang bang, minumnya jangan gitu, ntar loe langsung tepar lagi,”. Si fulan bilang, “ah ini mah belum apa2, gw udah biasa minum, di medan gw nggak minum kayak gini, gw minumnya tuak yang lebih keras. Kalo ke makasar gw juga suka minum tuak yang dari tikus itu loh, jadi ini kagak ada apa2nya”. Padahal sih ini bohong. Preman2 yang sudah mulai mabuk pun mengiyakan apa yang dikatakan fulan, lalu bilang, “wah hebat juga loe”.

Tak lama ada tim ronda yang ditemani Pak RT didaerah situ yang berkunjung ke pos tersebut. Ternyata orang2 situ sudah mengenal perilaku preman2 disana yang suka minum2. Pak RT pun bertanya kepada si Fulan tentang dirinya. “Halo Pak, saya Fulan, saya baru pindah di daerah sini, rumah saya disana”. Pak RT pun bingung koq ia ada di pos ini. Fulan menjelaskan,”jadi gini pak, waktu saya beres2 barang, mereka saya kasih uang nggak mau, trus mintanya dibeliin minum2. Jadi ya saya beliin aja minum2, kita janjian di pos ini”. Akhirnya mereka bincang2 semalaman, ada preman, ada tim ronda, ada pak rt, ada si fulan. Preman2 sudah mulai mabuk. Si Fulan sih biasa2 aja.

Lalu, paginya si fulan lari pagi. Preman, tim ronda dan pak RT pun kebingungan. Loh koq si Fulan udah segar gitu, padahal tadi malam khan minum2. Dengan PD ia mengatakan,”sudah dibilang kalo saya itu biasa minum, yang tadi malam itu nggak ada apa2nya”. Makin salutlah preman2 itu sama fulan, dan akhirnya menghormati dan tidak mengganggunya. Bahkan setiap ia keluar masuk komplek, preman yang suka jadi “Pak Ogah” itu selalu menjaga jalan dan mempersilahkan Fulan lewat terlebih dahulu, dan dengan panggilan yang khusus,”Pagi Bosss”… Pada hari pertama kepindahannya ia sudah langsung dikenal oleh “orang2 penting” di sekitar rumahnya …

(more…)

Mari lembutkan hati kita …

Sekarang kita berada dalam zaman yang serba materialistis. Ukuran kesuksesan seseorang dinilai dari segi materi saja. Semua orang berlomba-lomba untuk menjadi yang terdepan dalam meraih kekayaan yang sebanyak-banyaknya. Bahkan tidak sedikit yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kekayaan tersebut. Mereka pun akan merasa “tidak puas” jika orang lain mendapatkan kekayaan yang lebih darinya.

Padahal kalau diukur dari segi material, banyak juga dari orang-orang tersebut yang bisa dikategorikan memiliki kecukupan dalam hal finansial. Namun, zaman yang serba materialistis ini mengkondisikan orang-orang tersebut untuk senantiasa mendapatkan yang lebih dan lebih lagi.

Terkadang, saya pun juga pernah merasakan hal diatas dan saya yakin hampir setiap manusia memiliki kondisi seperti diatas. Sering kita tidak bersyukur atas apa-apa yang telah Allah berikan kepada kita. Sering kita merasa dengki atas nikmat orang lain yang berada diatas kita. Sering kita merasa …

Namun, saya sangat senang ada beberapa reality show di televisi yang mengangkat nasib dari “orang-orang kecil”.  Beberapa diantaranya adalah “uang kaget”,”tolong”,”bedah rumah”,dll. Ada juga beberapa sesi di “Kick Andi” yang mengangkat nasib orang-orang kecil namun mereka tidak menyerah kepada nasib dan mau berusaha. Acara tersebut menjadi favorit bagi saya karena dengan acara tersebut hati saya bisa tersentuh … ya betul tersentuh …

Di acara tersebut, kita akan merasa bersyukur dihadapan Allah SWT atas nikmat yang telah diberikan kepada kita. Ternyata kita masih lebih beruntung dibandingkan saudara-saudara kita yang lain. Coba bayangkan diri kita jika ternyata kitalah yang berada dalam posisi tersebut. Coba bayangkan jika ternyata Allah mencabut beberapa nikmat yang telah diberikan kepada kita.

Bersyukurlah saudaraku … banyak sekali nikmat yang Allah berikan kepada kita !!!

Lembutkan hati kita …

Lihatlah lebih dekat … dan kalian akan menyadari …

~the beutiful of life doesn’t depends on how happy you are, but how happy others because you (anonymous)

Kebiasaan Menulis

Blog … teknologi yang menjadi salah satu trend yang banyak digunakan oleh netters di seluruh dunia. Kalau dilihat idenya memang sederhana, namun ada banyak juga manfaat yang mungkin  ditimbulkan darinya. Kalau saya mengambil sebuah potensi besar yang mungkin ditimbulkan darinya yaitu … Kebiasaan Menulis

Great people always write their briliant ideas“, begitulah salah satu orang besar di dunia ini mengatakan bagaimana pentingnya untuk menulis.  Terkadang, banyak sekali ide-ide yang terlintas di fikiran kita yang mungkin ide tersebut akan sangat luar biasa jika mau dikembangkan. Baik itu ide menyelesaikan PR, games, bisnis atau bahkan ilmu pengetahuan :)

Yang lebih menariknya lagi, terkadang ide itu muncul dikala kita sedang bersantai ria, dalam perjalanan, atau hal-hal lainnya yang intinya adalah kegiatan yang memang bukan porsi khusus untuk memikirkannya. Tapi begitu jugalah yang terjadi dengan orang-orang besar. Newton mendapatkan teori gravitasi dikala duduk-duduk di bawah pohon apel, Archimedes mendapatkan teorinya ketika sedang mandi di bak mandi …. dan juga orang-orang besar lainnya.

Namun bukanlah orang besar jika ia tidak menerapkan prinsip “Great people always write their briliant ideas“. Lalu apa jadinya jika newton dan archimedes tidak menuliskan ide yang terlintas itu … mungkin sekarang kita belum tahu ada gaya gravitasi bumi dan daya angkat air :)

So … r u 1 of the great people ??

Mampukah kita mencintai Istri tanpa syarat ?

Ada artikel menarik dari sebuah milis. Buat para suami dibaca ya….. istri & calon istri juga boleh..

Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah senja bahkan sudah mendekati malam,Pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua. mereka menikah sudah lebih 32 tahun. Mereka dikarunia 4 orang anak disinilah awal cobaan menerpa,setelah istrinya melahirkan anak ke empat tiba2 kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.

Setiap hari pak suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja dia letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian. Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum, untunglah tempat usaha pak suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang. sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa2 saja yg dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, Pak Suyatno sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur.

Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun, dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke empat buah hati mereka, sekarang anak2 mereka sudah dewasa tinggal si bungsu yg masih kuliah.

Pada suatu hari ke empat anak suyatno berkumpul dirumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah sudah tinggal dengan keluarga masing2 dan Pak Suyatno memutuskan ibu mereka dia yg merawat, yang dia inginkan hanya satu semua anaknya berhasil.

Dengan kalimat yg cukup hati2 anak yg sulung berkata ” Pak kami ingin sekali merawat ibu semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak……. ..bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu” . dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata2nya “sudah yg keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak dengan berkorban seperti ini kami sudah tidak tega melihat bapak, kami janji kami akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian”.

Pak Suyatno menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak2 mereka.”
Anak2ku ……… Jikalau perkawinan & hidup didunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah….. .tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian disampingku itu sudah lebih dari cukup, dia telah melahirkan kalian.. sejenak kerongkongannya tersekat,… kalian yg selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta yg tidak satupun dapat menghargai dengan apapun. coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya seperti Ini.

Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya sekarang, kalian menginginkan bapak yg masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yg masih sakit.”

Sejenak meledaklah tangis anak2 pak suyatno merekapun melihat butiran2 kecil jatuh dipelupuk mata ibu Suyatno.. dengan pilu ditatapnya mata suami yg sangat dicintainya itu.. Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yg sudah tidak bisa apa2.. disaat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yg hadir di studio kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru disitulah Pak Suyatno bercerita.

“Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi ( memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian ) adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 orang anak yg lucu2.. Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama..dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit…..”