• Posts tagged "kenangan"
Header

Blog Archives

Kenangan ulang tahun pertama pernikahanku

Kemarin selagi jalan pulang dari kantor, saya melewati sebuah toko bunga yang lumayan besar. Jadi teringat kenangan yang lalu.. Di toko inilah saya membeli satu buket bunga untuk istriku sebagai hadiah ulang tahun pertama pernikahanku (tahun ini).

Ceritanya begini …

Pada hari ulang tahun pernikahanku (25 Feb),  saya sudah menyiapkan kejutan untuk istriku. Waktu itu istri masih cuti hamil, jadi tinggal di rumah. Kebetulan hari itu, saya ada tugas di BSD. Pagi hari saya sudah berangkat, dan disana saya menelpon toko bunga untuk membeli satu buket bunga sebagai kado ulang tahun pernikahanku. Sebenarnya hadiah ini merupakan hasil konsultasi dengan beberapa teman, kira2 apa kado yang menarik untuk ultah pernikahan. Pertimbang sana sini, jatuhlah pilihannya ke bunga.

Ketika ditanya oleh petugas toko, mau bunga apa yang mau dibeli, wah saya kelimpungan juga, habis belum pernah beli bunga sih. Akhirnya saya bilang sama petugas toko, “wah saya nggak tahu bunga nih mba, terserah mba aja deh, pokoknya buat ultah pernikahan”. Trus, ditanya kembali mau berapa tangkai. Saya langsung menjawab,”emang per tangkai-nya berapa mba ?” maklum, langsung liat budget :)

Akhirnya jadilah satu paket buket bunga yang siap untuk dikirim. Saya meminta buketnya dikirim sore hari. Dan untuk melengkapi buket tersebut, dibuatlah pesan untuk si penerima. Si mba tanya, “trus, tulisan pesannya apa nih pak?”. OK, tulisannya seperti ini :

To a beutiful mother of my son … Happy our very 1st wedding anniversary … Would you like to have a dinner tonight ?”

Lalu setelah sore hari, ada sms dari istriku. Ia sangat surprise dengan buket bunga tadi, terima kasih dan sampai menangis2 pesannya di sms tadi. Dan ia meng-iya-kan ajakan makan malam tersebut. Setelah pulang, saya langsung mengajak makan malam diluar dengan makanan kesukaan kami, yaitu pempek. Itu juga dipinggir jalan :) Loh koq .. nggak di restoran yang gimana gitu … habis harga buketnya udah mahal juga sih :) tapi yang penting khan berkesan.

Kenangan pengumuman SPMB 1999

Melihat pengumuman SPMB 2008 yang baru saja dikeluarkan, jadi mengingatkan saya kembali pada hari yang berbahagia itu pada tahun 1999. Berikut kisahnya .

Akhirnya tibalah H-1 sebelum tanggal pengumuman resmi itu dikeluarkan. Ketika itu sudah ada beberapa isu yang mengatakan hasil SPMB sudah keluar. Bahkan ada dari beberapa BIMBEL telah mendapatkan hasil itu. Di H-1, terjadi sebuah kepanikan yang luar biasa. Orang-orang mulai mencari informasi mengenai hasil dari ujian SPMB mereka. Ada yang rela menunggu di lembaga BIMBELnya sampai mengantri panjang.

Ketegangan saya pun memuncak ketika ada telepon dari teman kelompok belajar saya yaitu Triana,”Nu, alhamdulillah saya di terima di Teknik UI, si Patana juga diterima di UNDIP”. Ketika itu masih siang hari, dan mereka mendapatkan informasi tersebut dari lembaga BIMBELnya. Jujur ketika itu saya menjadi semakin tegang. Teman-teman saya yang sudah tahu hasilnya pasti sudah tenang, tapi saya sekarang masih bertanya-tanya apakah saya lulus atau tidak.

Ketika sore hari teman saya Taufik menawarkan saya untuk dicarikan informasi kelulusan saya melalui lembaga BIMBEL yang diikutinya. Akhirnya malam pun tiba,namun informasi tentang kelulusan saya belum dapat dipastikan. Ketika itu saya tidak bisa tidur, bahkan orang tua saya pun tidak bisa tidur. Hingga akhirnya, jam 10 malam telepon rumah saya pun berdering.”Hallo, assalamu ’alaikum. Nu, ini Taufik. Alhamdulillah saya diterima di Penerbangan ITB. Trus, kamu juga diterima nu”. Lalu saya pun bertanya kembali,”memang diterima dimana ?”.Si Taufik menjawab,”tidak tahu nih, yang ada hanya informasi nomor kode bidang studi aja, kamu diterima dengan kode 221644, emang itu apaan nu?”.Lalu dengan penuh suka cita saya pun menjawab,”Alhamdulillah fik, itu FASILKOM UI !!!!!”. Taufik pun berkata,”Selamat ya Nu!!!

Setelah menutup telepon, akhirnya saya pun sujud syukur. Kemudian menemui kedua orang tua saya yang juga terlihat sangat tegang.”Bagaimana nu hasilnya ? diterima atau tidak?”, tanya Ibu ketika itu.”Alhamdulillah ma, diterima di FASILKOM UI”. Lalu kami pun berpelukan merasakan kebahagiaan tersebut. Air mata pun tak sanggup lagi saya tahan. Air mata yang mencerminkan kebahagiaan karena berhasil memetik ”buah keberhasilan” setelah sepanjang tahun berusaha memperjuangkan SPMB ini.

Sungguh suatu kebahagiaan yang sangat tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata…

(dikutip dari Buku Sukses Masuk Perguruan Tinggi Negeri)