• Posts tagged "nikmat"
Header

Blog Archives

Mari lembutkan hati kita …

Sekarang kita berada dalam zaman yang serba materialistis. Ukuran kesuksesan seseorang dinilai dari segi materi saja. Semua orang berlomba-lomba untuk menjadi yang terdepan dalam meraih kekayaan yang sebanyak-banyaknya. Bahkan tidak sedikit yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kekayaan tersebut. Mereka pun akan merasa “tidak puas” jika orang lain mendapatkan kekayaan yang lebih darinya.

Padahal kalau diukur dari segi material, banyak juga dari orang-orang tersebut yang bisa dikategorikan memiliki kecukupan dalam hal finansial. Namun, zaman yang serba materialistis ini mengkondisikan orang-orang tersebut untuk senantiasa mendapatkan yang lebih dan lebih lagi.

Terkadang, saya pun juga pernah merasakan hal diatas dan saya yakin hampir setiap manusia memiliki kondisi seperti diatas. Sering kita tidak bersyukur atas apa-apa yang telah Allah berikan kepada kita. Sering kita merasa dengki atas nikmat orang lain yang berada diatas kita. Sering kita merasa …

Namun, saya sangat senang ada beberapa reality show di televisi yang mengangkat nasib dari “orang-orang kecil”.  Beberapa diantaranya adalah “uang kaget”,”tolong”,”bedah rumah”,dll. Ada juga beberapa sesi di “Kick Andi” yang mengangkat nasib orang-orang kecil namun mereka tidak menyerah kepada nasib dan mau berusaha. Acara tersebut menjadi favorit bagi saya karena dengan acara tersebut hati saya bisa tersentuh … ya betul tersentuh …

Di acara tersebut, kita akan merasa bersyukur dihadapan Allah SWT atas nikmat yang telah diberikan kepada kita. Ternyata kita masih lebih beruntung dibandingkan saudara-saudara kita yang lain. Coba bayangkan diri kita jika ternyata kitalah yang berada dalam posisi tersebut. Coba bayangkan jika ternyata Allah mencabut beberapa nikmat yang telah diberikan kepada kita.

Bersyukurlah saudaraku … banyak sekali nikmat yang Allah berikan kepada kita !!!

Lembutkan hati kita …

Lihatlah lebih dekat … dan kalian akan menyadari …

~the beutiful of life doesn’t depends on how happy you are, but how happy others because you (anonymous)

Aku tak selalu mendapatkan apa yang kusukai, Oleh karena itu aku selalu menyukai apapun yang aku dapatkan

Kata-kata diatas merupakan wujud syukur. Syukur merupakan kualitas hati yang terpenting. Dengan bersyukur kita akan senantiasa diliputi rasa damai, tentram dan bahagia. Sebaliknya, perasaan tak bersyukur akan senantiasa membebani kita. Kita akan selalu merasa kurang dan tak bahagia.

Ada dua hal yang sering membuat kita tak bersyukur.

Pertama, kita sering memfokuskan diri pada apa yang kita inginkan, bukan pada apa yang kita miliki.

Katakanlah anda telah memiliki sebuah rumah, kendaraan, pekerjaan tetap, dan pasangan yang terbaik. Tapi anda masih merasa kurang. Pikiran anda dipenuhi berbagai target dan keinginan. Anda begitu terobsesi oleh rumah yang besar dan indah, mobil mewah, serta pekerjaan yang mendatangkan lebih banyak uang. Kita ingin ini dan itu. Bila tak mendapatkannya kita terus memikirkannya.

Tapi anehnya, walaupun sudah mendapatkannya, kita hanya menikmati kesenangan sesaat. Kita tetap tak puas, kita ingin yang lebih lagi. Jadi, betapapun banyaknya harta yang kita miliki, kita tak pernah menjadi KAYA dalam arti yang sesungguhnya.

Mari kita luruskan pengertian kita mengenai orang ”kaya”.

Orang yang kaya bukanlah orang yang memiliki banyak hal, tetapi orang yang dapat menikmati apapun yang mereka miliki. Tentunya boleh-boleh saja kita memiliki keinginan, tapi kita perlu menyadari bahwa inilah akar perasaan tak tenteram.  Kita dapat mengubah perasaan ini dengan berfokus pada apa yang sudah kita miliki.

Cobalah lihat keadaan di sekeliling Anda, pikirkan yang Anda miliki, dan syukurilah.

Anda akan merasakan nikmatnya hidup. Pusatkanlah perhatian Anda pada sifat-sifat baik atasan, pasangan, dan orang-orang di sekitar Anda. Mereka akan menjadi lebih menyenangkan. Seorang pengarang pernah mengatakan, ”Menikahlah dengan orang yang Anda cintai, setelah itu cintailah orang yang Anda nikahi. ” Ini perwujudan rasa syukur.

(more…)