• Posts tagged "Opini"
Header

Blog Archives

CSA: Auditor adalah orang yang dipercaya

Catatan Seorang Auditor (CSA) kali ini akan membahas tentang sifat yang perlu dimiliki oleh auditor karena tuntutan pekerjaannya, yaitu menjadi orang yang dipercaya.

Dengan proses audit, seorang auditor akan dipercaya untuk melihat “dapur” dari organisasi yang akan diaudit.  Sesuatu yang sangat sulit sekali untuk diakses jika bukan karena ada proses audit.  Yang namanya “dapur”, tentunya banyak sekali yang sifatnya rahasia dan sensitif yang akan diketahui oleh auditor.  Disinilah pentingnya menjaga kepercayaan.

Ada kode etik yang meliputi auditor. Seluruh organisasi yang mengatur audit (seperti PCAOB, IAI) atau organisasi yang mengeluarkan sertifikasi audit (seperti CIA, CISA) mengeluarkan kode etik yang harus dimiliki oleh auditor.

Auditor sudah selayaknya menjaga informasi yang dimilikinya. Bahkan kita harus sadar jika dalam suatu waktu kita secara tidak sengaja, mengeluarkan informasi rahasia yang ada di organisasi yang sedang kita audit. Misalnya saja dalam kondisi santai makan bersama teman2, kita bilang, “eh, masa di organisasi X, ini saja nggak punya sih, duh gawat banget tuh organisasi”.  Bagaimana jika di dalam ruangan tersebut, ada kompetitor atau pihak yang tidak berwenang memanfaatkan informasi yang secara tidak sengaja dikeluarkan oleh auditor.

Oleh karenanya, jaga baik2 informasi auditee yang ada di tangan kita. Ingat, bahwa auditor is a trusted person. Jangan sembarangan mengeluarkan informasi yang tidak pada tempatnya.

Gimana kalo auditornya itu tukang gosip ya ? mmm … kebayang deh 😕

CSA: Menjadi auditor yang cerdas

Catatan Seorang Auditor (CSA) kali ini akan membahas tentang kebutuhan seorang auditor untuk menjadi lebih cerdas dalam melakukan pekerjaan auditnya, sehingga menjadikan pekerjaannya lebih efektif dan efisien dan memberikan added value bagi auditee.

Banyak yang menganggap bahwa pekerjaan audit merupakan pekerjaan yang mudah. Hal ini disebabkan, karena mereka melihat, auditor hanya sekedar mengikuti work program atau checklist yang tersedia untuk melakukan pekerjaannya. Auditor hanya butuh mengikuti rangkaian checklist yang ada dan memberi tanda apakah ada gap atau tidak? Setelah semua checklist diikuti maka pekerjaan selesai, dibuatlah summary issue dan rekomendasi. Sebenarnya banyak juga auditor “terjebak” dengan pemahaman seperti ini. Apalagi jika masih baru menjadi auditor. Yang dibenaknya adalah yang penting semua work program sudah diikuti, maka pekerjaan aman, tanpa memahami proses disekitar work program tersebut.

Menurut saya, ini merupakan pemahaman yang salah. Seharusnya proses audit dimulai dengan terlebih dahulu memahami nature dari organisasi yang sedang diaudit, proses bisnisnya, sistem yang terkait dan pendukung lainnya. Dalam fase audit, proses ini biasa disebut sebagai walktrough. Setelah memahami hal2 tersebut, barulah kita melihat work program atau checklist yang tersedia dan menyesuaikannya dengan nature dari organisasi tersebut. Work program bisa juga dijadikan sebagai acuan ketika melakukan walkthrough, namun jangan dijadikan harga mati untuk melakukan testing.

Ketika auditor tidak menyesuaikan work program dengan nature organisasi maka yang terjadi adalah :

  • Proses audit tidak efektif dan efisien, sehingga hal2 yang tidak relevan dalam organisasi akan juga ikut dilakukan testing.
  • Issue dan rekomendasi yang ditemukan tidak relevan dengan organisasi yang ada. Hal ini akan menyebabkan proses audit tidak akan memberikan added value bagi organisasi tersebut. Justru menambah sulit.

Disinilah dibutuhkan auditor yang cerdas. Auditor harus mengerti proses bisnis dari organisasi yang akan diaudit, memahami best practice, memahami metodologi audit, memahami pengetahuan dasar yang terkait jenis audit, (spt accounting, IT, Tax, dll) dan kemampuan analisa yang baik. Auditor harus mengkombinasikan pengetahuan ini dalam melakukan proses audit. Disinilah titik dimana audit bukan merupakan proses yang mudah. Dibutuhkan orang2 yang cerdas agar proses audit menjadi lebih efektif dan efisien.

Jadi, auditor harus cerdas khan ? kalau nggak, ya dibohongin auditee terus :)