• Posts tagged "toko kamera"
Header

Blog Archives

Modus Tipu Daya Toko Kamera di ITC Cempaka Mas

Saya ingin sharing “praktek kotor” toko kamera di ITC Cempaka Mas dalam menjual barangnya. Setelah survey di internet ternyata memang modus ini sudah lama ada. Banyak pelanggan yang terkena tipu daya penjual dengan membujuk rayu calon pembeli yang tidak memiliki banyak informasi atas produk yang ada. Ketika si pembeli lengah, si penjual akan menjual barang dengan harga  lebih mahal dengan iming-iming bahwa produk yang ditawarkan lebih bagus dari yang dia cari.

Berikut ini pengalaman saya:

Dalam beberapa bulan terakhir, saya mulai tertarik dengan dunia fotografi dan ingin memiliki kamera DSLR. Sebagai pemula, saya tidak ingin salah dalam memilih kamera yang sesuai dengan kebutuhan. Setelah melakukan riset dalam 3 bulan terakhir, akhirnya pilihan saya jatuh ke salah satu tipe kamera Nikon. Tentunya keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan budget dan fitur dari kamera tersebut.

Hari Sabtu (22 Desember 2012), saya berencana membeli kamera tersebut di ITC Cempaka Mas. Setelah survey ke beberapa tempat, akhirnya saya memutuskan untuk membeli di Toko Maju Jaya (Lantai 4, Blok L no. 980) karena toko ini berani memberikan “harga miring” atas kamera yang saya cari. Waktu menunggu kamera tersebut diambil dalam gudang, salah seorang staff toko tersebut yang bernama Willy Andi menghampiri saya dan menunjukkan perbandingan beberapa kamera. Dia menawarkan kamera Fujifilm HS25 EXR dan mencoba mengambil beberapa foto. Setelah ½ jam lebih, kamera yang ingin saya beli tidak kunjung datang, dan selama itu pula si Willy terus “membujuk rayu” saya. Dia menawarkan kamera Fujifilm tersebut dengan harga Rp6,2 juta dan setelah tawar menawar akhirnya disepakati di harga Rp 5,6 juta. Pada saat ini, terus terang saya ada perasaan tidak enak karena belum pernah riset kamera ini. Namun, karena saya dalam kondisi terburu-buru akhirnya saya memutuskan untuk membeli kamera Fujifilm tersebut.

Setelah di rumah, kekhawatiran saya pun terbukti. Setelah riset ke internet, ternyata kamera tersebut bukanlah kamera dengan kelas DSLR tapi Prosumer. Dalam hal ini, saya bukan meragukan kualitas foto kamera tersebut namun yang saya butuhkan adalah kamera DSLR sehingga saya bisa eksplorasi segala sesuatu tentang dunia fotografi profesional. Yang membuat saya lebih terpukul adalah harganya. Setelah melihat perbandingan harga di beberapa toko kamera ternama, ternyata harga kamera tersebut adalah Rp 3.5 juta. Sebenarnya kalau harganya selisih Rp 100-200 ribu menurut saya sih masih wajar, tapi ini selisihnya hingga Rp 2 juta-an.

Saya langsung kembali ke toko tersebut dan menunjukan fakta-fakta ini ke Willy. Tapi dia tetap berkelit dan tidak mau bertanggung jawab dengan mengeluarkan alasan-alasan yang tidak masuk akal. Yang membuat saya lebih kesal adalah semua karyawan di toko tersebut tidak mau tahu dengan apa yang terjadi. Ketika saya minta bertemu dengan pemilik toko ini, semuanya bilang tidak bisa memberikan kontaknya.

2 hari setelah kejadian itu (Senin, 24 Desember 2012) saya kembali menelpon toko tersebut dengan harapan ada karyawan yang lain dan bisa memberikan kontak pemilik toko ini. Namun, saya tetap gagal dan mereka bilang pemilik toko sedang keluar kota dan tidak tahu no HPnya. Dari sini saya lebih yakin, kalau memang ini adalah modus tipu daya dari toko tersebut.

Terus terang, saya merasa kecewa sekali oleh toko ini atas 2 hal. Yang pertama, si penjual tidak memberikan info yang sebenarnya atas produk yang dijual. Saya ingin kamera DSLR tapi dia menawarkan kamera Prosumer. Bahkan ketika saya kembali ke toko itu, si Willy masih “ngotot” kalau kamera tersebut adalah kamera DSLR.

Yang kedua, si penjual menawarkan harga yang tidak wajar. Mungkin karena dia sudah tahu, kalau saya adalah pemula yang baru mau menggeluti dunia fotografi dan memiliki sedikit informasi atas produk yang ditawarkan, jadi bisa ditipu dengan mudah hanya menampilkan beberapa aspek yang menarik dari suatu kamera tanpa harus menceritakan aspek lainnya. Bahkan si Willy menjelaskan kalau dia memang biasa menjual dengan kisaran harga segitu dan ini salah satu produk andalannya dia. Justru dari penjelasan ini saya lebih yakin kalau ternyata banyak juga pelanggan yang tertipu olehnya.

Hati-hati para pembaca sekalian. Semoga menjadi pembelajaran bagi yang lain terutama pemula yang mau menggeluti dunia fotografi.

Saya sempat menuliskan kejadian tersebut ke surat pembaca detik.com. Dari komentar yang ada, memang kejadian ini sering terjadi oleh yang lain. Jadi, saya harap rekan-rekan sekalian lebih hati-hati.